JAKARTA, KONTAN.co.id .

“Saat ini sudah dibangun 1.000 unit di Parung. Nah, akhir 2013 akan kami tambah lagi 1000 unit,” kata Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief Sugoto di Kantornya, Selasa (16/10).

Himawan menuturkan, rumah tersebut sudah diberi nama yakni kompleks perumahan bumi permai. Menurutnya, rumah murah itu memiliki kelebihan akses yang dekat dengan stasiun Parung. “Harga rumah dekat dengan stasiun begini sebenarnya tidak bisa Rp 80 juta,” ujarnya.

Untuk biaya pembangunan per satu unitnya, Himawan menuturkan menghabiskan dana Rp 50 juta. “Rp 50 untuk modal juta pembangunan, kami melepas ke konsumen Rp 80 juta,” jelasnya.

Ia menjelaskan, rumah murah tersebut sengaja dibuat oleh Perumnas untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan juga karyawan. “Kebutuhan untuk mempunyai rumah bisa terwujud dengan cepat,” katanya.

Sementara untuk pembangunan rumah di bawah tipe 36, Himawan mengaku siap melakukan membangunnya. Namun, ia belum tidak menjawab kapan bisa direalisasikan. “Kami siap bangun mengingat peraturan Mahkamah Konstitusi yang sudah membolehkan lagi pembangunan rumah di bawah tipe 36,” terangnya.

Sekadar info, Mahkamah Konstitusi membatalkan ketentuan pasal 22 ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan pemukiman yang mengatur tipe rumah minimal 36. MK menilai aturan tersebut merupakan pengaturan yang tak sesuai dengan pertimbangan keterjangkauan masyarakat kelas bawah. Ini berarti, pembangunan rumah di bawah tipe 36 bisa dilakukan kembali.