Ruang Media

Bagikan:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Ruang Media

Bagikan:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Berita

80 Juta Milenial Butuh Rumah, Ini Kendala Utamanya

18 Desember 2021

Potensi pasar dari kalangan milenial sangat besar yang akan menjadi jaminan untuk konsumen pasar properti hingga 10 tahun ke depan. Perumnas menyebut ada 80 jutaan milenial yang membutuhkan rumah namun memiliki berbagai kendala untuk mewujudkan niatnya.

Indonesia disebut negara dengan bonus demografi karena mayoritas populasinya diisi oleh kalangan muda produktif. Untuk sektor properti, hal ini berarti jaminan pasar karena kalangan muda merupakan segmen yang akan mencari hunian maupun produk properti pertamanya.

Menurut Direktur Pemasaran Perum Perumnas Tambok Setyawati, dari berbagai riset maupun survei disebutkan ada sekitar 81 juta kalangan milenial yang belum memiliki rumah dan ini menjadi pasar yang besar dan sustain hingga setidaknya satu dekade atau 10 tahun ke depan.

“Berdasarkan survei yang Perumnas lakukan kepada lebih dari 3.000 responden kalangan milenial yang belum memiliki rumah, ada 28,63 persen yang menyatakan belum menemukan rumah yang tepat. 24,92 persen menyatakan belum mampu secara finansial sementara 17,27 persen menyatakan belum bisa menyediakan uang muka,” ujarnya.

Masih ada hal-hal lain yang mengemuka dari survei tersebut seperti 10,49 persen masih memiliki cicilan lain yang harus dibayarkan. Ada juga milenial yang merasa belum perlu memiliki rumah sendiri (5,46 persen) bahkan belum memikirkan untuk membeli rumah (2,79 persen).

Tambok menyebut, ada beberapa strategi yang bisa dipilih untuk milenial bisa mengakses produk properti pertamanya. Salah satunya dengan memanfaatkan berbagai skema pembiayaan yang ditawarkan kalangan perbankan yang saat ini menerapkan banyak kemudahan.

Terkait lokasi, saat ini ada banyak pilihan baik hunian di pusat kota maupun di kawasan pinggiran. Bila kemampuan membeli masih minim sehingga hanya bisa memilih produk yang relatif jauh, bisa dicari hunian yang dekat dengan sarana transportasi publik sehingga memudahkan mobilitas sehari-hari dengan murah dan efisien.

Solusi lainnya bisa dengan membeli produk yang ditawarkan Perumnas berupa hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi publik atau transit oriented development (TOD). Perumnas terus mendorong pengembangan hunian TOD dengan menggandeng perusahaan BUMN lain seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dengan tinggal di kawasan TOD membuat lifestyle kita lebih praktis, efisien, dan murah. Range harga produk TOD yang ditawarkan juga relatif terjangkau dengan pilihan yang cukup beragam untuk disesuaikan dengan penghasilan kita.

Beberapa proyek TOD Perumnas antara lain Mahata Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Samasta Mahata Serpong, Mahata Margonda, dan lainnya yang terkoneksi dengan stasiun komuter. Perumnas juga memiliki banyak produk ready stock sehingga bisa dibeli dengan insentif bebas PPN. Pilihannya antara lain di Sentraland Cengkareng, Sentraland Karawang, dan lainnya.

“Untuk hunian landed house kami memiliki produk dengan harga mulai Rp145 jutaan seperti Samesta Parayasa di Parung Panjang dengan akses transportasi mudah. Kami juga terus meningkatkan kerja sama seperti dengan KAI untuk terus mengembangkan hunian yang terintegrasi dengan commuter line,” beber Tambok.

Sumber: mycity.co.id

https://jateng.mycity.co.id/2021/12/18/80-juta-milenial-butuh-rumah-ini-kendala-utamanya/

Bagikan :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Perum Perumnas

Hubungi kami untuk untuk pertanyaan mengenai produk dan layanan perumnas

Copyright © Perum Perumnas – 2021