Ruang Media

Bagikan:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Ruang Media

Bagikan:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Berita

Perumnas Bantu Pemberdayaan Ribuan UMKM

3 Juli 2020

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perum Perumnas menyalurkan bantuan pinjaman kepada para pelaku UMKM di berbagai daerah guna pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan Perumnas melalui melalui Unit Khusus Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) telah mendukung pemberdayaan kepada 2.331 UMKM secara kumulatif hingga 2020.

“Perum Perumnas terus berupaya menyalurkan dana program kemitraan dan dana pembinaan kemitraan kepada UMKM di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Budi dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Jumat (3/7).

Kata Budi, hal ini sesuai dengan arahan Kementerian BUMN tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara sebagai bentuk partisipasi sebagai BUMN dalam mendukung pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Budi menjelaskan Dana Program Kemitraan ini merupakan modal yang berasal dari penyisihan sebagian laba bersih dan atau  anggaran yang diperhitungkan sebagai biaya pada Perum Perumnas. Sedangkan, Dana Pinjaman Program Kemitraan adalah sejumlah dana yang berasal dari dana Program Kemitraan untuk dipinjamkan kepada mitra binaan dengan pengembalian angsuran pokok dan jasa administrasi dengan waktu tertentu.

“Perumnas telah menggulirkan dana Program Kemitraan kepada berbagai pelaku Usaha Kecil yang terdiri dari sektor infrastruktur, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan, Perdagangan, Industri, Jasa dan sektor lainnya (koperasi),” lanjut Budi.

Budi menambahkan, salah satu jenis UMKM yang diberdayakan selaras dengan core bisnis korporasi Perum Perumnas sebagai BUMN Infrastuktur perumahan adalah pembuatan batu bata. PKBL perumnas telah membina Mitra Binaan Kelompok Batu Bata terdiri dari 25 pengrajin batu bata di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Garut, Jawa Barat.

Desa tersebut merupakan daerah yang memang mayoritas warganya menjadi pengrajin batu bata. Penggunaan batu bata pada umumnya digunakan untuk perumahan, gedung, pagar, saluran dan pondasi. Budi menyampaikan pesatnya pembangunan di sektor perumahan dan properti menjadikan kebutuhan batu bata semakin meningkat dan menjadikan peluang dalam pengadaan batu bata untuk mendukung pembangunan di sektor perumahan dan properti.

“Hasil dari batu bata ini pun telah kita gunakan untuk pembangunan hunian kami yang berada di Jawa Barat,” ungkap Budi.

Budi mengatakan sektor UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Apalagi dengan jumlah UMKM yang kini mencapai 64,2 juta unit, sendi utama perekonomian nasional itu mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja dan 99 persen dari total lapangan kerja.

“Kami berharap program pemberdayaan UMKM seperti ini terus berjalan dan berkelanjutan dalam mendukung sendi perekonomian nasional,” kata Budi.

Salah satu pengrajin batu bata merah di Wanaraja, Wakhidah, mengaku usahanya semakin berkembang sejak dilakukan program pemberdayaan UMKM oleh Perumnas.

“Kami sangat terbantu karena pinjaman dana dari Perum Perumnas kami gunakan untuk menyewa dan membeli lahan serta menambah alat produksi. Selain itu kita mendapatkan pembinaan dan pelatihan,” ucap Wakhidah.

Sumber : republika.co.id

Bagikan :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Perum Perumnas

Hubungi kami untuk untuk pertanyaan mengenai produk dan layanan perumnas

Copyright © Perum Perumnas – 2021