Ruang Media

Bagikan:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Ruang Media

Bagikan:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Rilis Berita

Perumnas Kaji Beragam Opsi Selesaikan Pembayaran MTN

30 April 2020

Jakarta, 30 April 2020 – Perum Perumnas tengah mengkaji beragam opsi dan strategi untuk memenuhi kewajiban penyelesaian MTN I Tahun 2017, yang pembayarannya diputuskan untuk ditunda. Perumnas juga tetap pada komitmennya untuk mendukung program Pemerintah guna memenuhi penyediaan perumahan terjangkau.

Direktur Keuangan Perum Perumnas Eko Yuliantoro menjelaskan, penundaan pembayaran MTN tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kehati-hatian di tengah pandemi Covid19. “Kami menerapkan manajemen risiko agar kondisi keuangan tetap terjaga. Saat ini kami tengah menggodok beragam opsi dan strategi untuk melakukan penyelesaian kewajiban tersebut,” imbuh Eko di Jakarta, Jumat (1/5).

Lebih lanjut Eko memaparkan, Perum Perumnas sebagai satu-satunya BUMN di sektor perumahan memiliki peran penting sebagai kepanjangtanganan pemeritah dalam menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan memiliki 81 proyek aktif di seluruh Indonesia dengan rata-rata pembangunan sekitar 15.000 unit per tahun. Kondisi tersebut tidak ayal mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di luar Jabodetabek dengan menciptakan lapangan kerja.

Namun, dengan adanya pandemik Covid-19 ini, penurunan daya beli masyarakat khususnya MBR tak terelakkan. Market terbesar kami berada di segmen MBR, sehingga hal ini mempengaruhi laju pertumbuhan bisnis kami, Prioritas utama dari MBR untuk saat ini adalah memenuhi kebutuhan primer mereka, sehingga kebutuhan akan perumahan menjadi hal yang dikesampingkan untuk sementara waktu.

Lain dari itu, perbankan umumnya menghentikan sementara atau menahan laju pertumbuhan KPR, sehingga berimbas pada keterbatasan penyedian KPR. Dan ini tentu saja berimbas pada keberminatan segmen pasar menengah bawah karena mayoritas menggunakan fasilitas KPR dalam pembelian rumah, lanjut Eko.

“Proyek-proyek strategis kami yang berlokasi khususnya di wilayah Jabodetabek berada di zona merah bencana nasional. Ini yang menyebabkan imbas secara signifikan pada penjualan, sehingga pendapatan atas penjualan proyek tersebut mengalami penurunan secara drastis,” terang Eko. Inilah yang menjadi pertimbangan kami, manajemen Perum Perumnas, untuk menunda pembayaran MTN yang jatuh tempo pada April 2020.

Walaupun demikian, Perumnas tetap pada komitmennya untuk mendukung program Pemerintah guna memenuhi penyediaan perumahan terjangkau bagi MBR. Hal ini dapat terlihat dari tetap berjalannya progress pembangunan dari setiap proyek baik itu untuk kawasan rumah tapak atau highrise, agar tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tutupnya.

Bagikan :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print
Tentang Perumnas

Perumnas merupakan salah satu BUMN yang mempunyai tugas pokok menyediakan perumahan dan pemukiman bagi masyarakat menengah ke bawah.  Beberapa kawasan pemukiman skala besar telah dibangun melingkupi area Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi yang kini telah berkembang, menjadi kota baru dan berfungsi sebangai kota penyangga ibukota Jakarta.  Dengan memiliki cakupan area operasional dari sabang sampai marauke. Perumnas telah membangun di lebih dari 187 kota dan 400 lokasi di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perumnas, silakan kunjungi www.perumnas.co.id

Perum Perumnas

Hubungi kami untuk untuk pertanyaan mengenai produk dan layanan perumnas

Copyright © Perum Perumnas – 2021