Ruang Media

Bagikan:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Ruang Media

Bagikan:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Rilis Berita

Strategi Perumnas dalam Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia

26 Februari 2020

Jakarta, 26 Februari 2020 – Perum Perumnas sebagai perusahaan pelat merah yang berkembang di sektor perumahan terus berupaya memberikan produk hunian bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau. Dengan menghasilkan sekitar 24 ribu unit rumah secara nasional sampai dengan 2018, Perumnas didapuk sebagai Pengembang Perumahan MBR dengan sebaran lokasi proyek terbanyak oleh MURI.

Salah satu tantangan terbesar di sector perumahan adalah besarnya angka backlog perumahan secara nasiona. Dilansir dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR bahwa angka backlog mencapai 13.6 juta. Bersandar pada hasil internal Perumnas bahwa kebutuhan kebutuhan hunian yang tinggi berada di wilayah Jakarta sebesar 52% dan diikuti Bandung 39%, menjadi tantangan bagi Perumnas dengan berbagai keterbatasannya sebagai pengembang untuk mendirikan perumahan khususnya menyasar pada sebagian MBR.

Kementerian BUMN selalu mendorong kami dalam melakukan sinergi antar BUMN, papar Bambang Triwibowo, Direktur Utama Perum Perumnas di sela sela acara Ngobrol Pagi Seputar BUMN di Jakarta (26/2). Olehkarenanya beragam sinergi dalam mengoptimalisasikan idle asset antar BUMN dalam mengembangkan kawasan hunian terus kami upayakan. Beberapa diantaranya yang telah menjadi wujud nyata adalah  kerjasama kami dengan PT Kereta Api Indonesia dengan menghadirkan hunian terintegrasi moda transportasi. Terdapat tiga proyek kami di Stasiun Tanjung Barat Jakarta, Stasiun Pondok Cina Depok dan Stasiun Rawa Buntu Tangerang, yang dikenal dengan nama Mahata Tanjung Barat, Maharta Margonda dan Mahata Serpong, lanjutnya. 

Selain itu juga kami menggandeng BUMN lainnya yaitu dengan PT Pertani untuk proyek di Kalibata Jakarta dan PT BGR Logistic untuk proyek di Kelapa Gading Jakarta. Target Perumnas untuk menyasar Jakarta juga diwujudkan pada konsep proyek revitalisasi. Setidak-tidaknya terdapat 4 lokasi di Jakarta yang akan mengusung konsep revitaslisasi ini, seperti Kebon Kacang, Tanah Abang, Kemayoran dan Klender Jakarta, tegas Bambang. 

Kami tetap pada misi kami untuk melayani masyarakat menengah bawah sehingga sekitar 20% dari setiap proyek Perumnas dialokasikan pada program FLPP. Produk kami tidak hanya untuk kalangan menengah namun juga menyasar masyarakat berpenghasilan rendah untuk unit subsidi, tuturnya. 

Kedepannya Perumnas akan mengedepankan konsep hunian terintegrasi, dengan harapan tidak hanya mengurangi kemacetan kota tetapi juga penurunan pada tingkat polusi. Selain itu bagi para penghuni, manfaat nyatanya adalah waktu bersama keluarga yang semakin banyak, biaya transport yang menurun dan lebih mudah untuk mencapai tempat beraktivitas sehari-harinya. 

Konsep hunian terintegrasi ini tidak hanya menyasar proyek hi-rise kami, tapi juga beberapa konsep kawasan rumah tapak kami, tutur Bambang. Ini diwujudkan di kedua proyek kawasan rumah tapak kami di Parung Panjang Bogor dan Kuala Bekala Medan. Tepat didepan kedua proyek tersebut akan dibangun stasiun kereta api. Harapannya dapat diwujudkan dalam waktu dekat, karena MOU dengan KAI atas agenda ini sudah dilaksanakan pada September 2019 lalu, lanjutnya

Berada di Industri Perumahan dengan dihadapkan pada ketatnya kompetisi yang terjadi, dan beragam tantangan seperti proses perijinan yang cukup lama dan tidak seragamnya aturan di setiap daerah; banyaknya konsumen yang tidak lolos BI Checking, sekitar 48% per tahun; dan kuota FLPP rumah subsidi yang terbatas  tiap tahunnya memaksa kami terus berfikir out of the box dengan menjewantahkannya pada beragam inovasi, tak terkecuali pada program marketing kami.

Adalah program Bulksales sedang gencar dilaksanakan Perumnas. Menggandeng Universitas Negeri Semarang dan Universitas Soedirman adalah beberapa program kerjasama Bulksales yang menyasar dunia Pendidikan. Untuk keduanya kami menyiapkan masing-masing sekitar 1500 dan 2,600 unit hunian yang ditujukan pada tenaga pendidik dan dosen, terangnya. Lain dari itu Perumnas juga menyasar pada institusi pemerintahan seperti Kementerian Koperasi dan UKM dan BPK. Hal ini kami lakukan untuk menyiasati besarnya konsumen yang tidak lolos BI checking, karena kami pun menggandeng langsung pihak perbankan dalam hal ini.   

Harapan kami, dengan beberapa terobosan yang kami lakukan dapat menurunkan angka backlog yang terjadi di Indonesia. Pada hakekatnya rumah adalah kebutuhan primer masyarakat Indonesia, sehingga dukungan penuh pemerintah pada sektor ini sangat dibutuhkan. Olehkarena itu, rumah sudah seyogyanya dikembalikan lagi pada khitahnya sebagai kebutuhan primer dan bukan pada tujuan investasi semata, tutupnya.

Bagikan :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print
Tentang Perumnas

Perumnas merupakan salah satu BUMN yang mempunyai tugas pokok menyediakan perumahan dan pemukiman bagi masyarakat menengah ke bawah.  Beberapa kawasan pemukiman skala besar telah dibangun melingkupi area Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi yang kini telah berkembang, menjadi kota baru dan berfungsi sebangai kota penyangga ibukota Jakarta.  Dengan memiliki cakupan area operasional dari sabang sampai marauke. Perumnas telah membangun di lebih dari 187 kota dan 400 lokasi di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perumnas, silakan kunjungi www.perumnas.co.id

Perum Perumnas

Hubungi kami untuk untuk pertanyaan mengenai produk dan layanan perumnas

Copyright © Perum Perumnas – 2021