Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Tinjau Lokasi Revitalisasi Rusun Klender, Perumnas Siap Hadirkan Hunian Layak dan Terjangkau bagi MBR

Perum Perumnas terus memperkuat perannya dalam menghadirkan hunian yang layak, terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui rencana revitalisasi Rumah Susun (Rusun) Perumnas Klender yang mendapat kunjungan dari Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) (24/01).

Revitalisasi Rusun Klender merupakan bagian dari kontribusi nyata Perumnas dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Melalui program revitalisasi pengembangan kawasan hunian, Perumnas merencanakan pembangunan kawasan hunian vertikal di atas lahan seluas ±10 hektar, dengan 14 tower yang akan menyediakan total 10.521 unit hunian, dimana 20% diantaranya dialokasikan sebagai unit subsidi bagi MBR.

Pengembangan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan unit hunian, tetapi juga pada penataan kawasan secara menyeluruh. Revitalisasi Rusun Klender diharapkan mampu menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak, didukung fasilitas umum yang memadai, terintegrasi dengan akses transportasi publik, serta dilengkapi sistem keamanan kawasan hunian yang lebih terpadu. Dengan pendekatan tersebut, program revitalisasi ini diyakini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Perumnas telah melaksanakan revitalisasi rusun serupa di Sukaramai, Medan. Pengalaman tersebut menjadi landasan dan acuan best practice dalam pengembangan hunian vertikal berbasis revitalisasi kawasan perkotaan. Dengan dukungan dari para pemangku kepentingan dalam ekosistem perumahan, Perumnas optimistis revitalisasi Rusun Klender dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat.

Imelda Alini Pohan selaku Plt. Direktur Utama Perum Perumnas menyampaikan bahwa revitalisasi kawasan hunian merupakan solusi strategis untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.

“Revitalisasi Rusun Klender merupakan bentuk komitmen Perumnas dalam menghadirkan hunian vertikal yang layak, terjangkau dan berkualitas bagi MBR, sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah. Dengan pengalaman revitalisasi yang telah kami lakukan sebelumnya, kami optimistis proyek ini dapat menjadi contoh pengembangan hunian perkotaan yang berkelanjutan”, ujar Imelda.

Dalam pelaksanaannya, Perumnas menegaskan bahwa keberhasilan program revitalisasi membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder dalam ekosistem perumahan, termasuk pemerintah pusat dan daerah. Dukungan tersebut terutama diperlukan dalam aspek regulasi, percepatan perizinan, pembiayaan, serta sinkronisasi kebijakan, agar proyek revitalisasi dapat segera direalisasikan sesuai target.

Sejalan dengan hal tersebut, Sri Haryati selaku Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP menyatakan pemerintah akan mendukung penuh rencana revitalisasi Rusun Klender.

“Kementerian PKP siap mendukung Perumnas, khususnya dari sisi regulasi dan percepatan perizinan, agar program revitalisasi Rusun Klender ini dapat segera dijalankan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat”, ujarnya.

Melalui sinergi antara Perumnas dan para pemangku kepentingan dalam ekosistem perumahan, revitalisasi Rusun Klender diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan hunian perkotaan yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menciptakan kawasan hunian yang aman, sehat, terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.