Cara Pengembang Jaga Lingkungan Hunian: Ajarkan Oleh Sampah
Rumah Tangga
Industri properti Indonesia tak hanya punya kewajiban
membangun hunian tapi juga fokus menjaga lingkungan hidup, sosial dan tata
kelola perusahaan (ESG). ESG dinilai membawa nilai investasi pengembang.
Hal ini mendorong Synergy Lady Leaders, bagian dari
komunitas Synergy Developer Indonesia untuk menggagas serangkaian acara sosial
dan lingkungan mulai dari kegiatan edukasi pilah sampah rumah tangga hingga
penyaluran donasi yang diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat
sekitar.
Ketua Synergy Lady Leaders, Tambok Parulian Setyawati
Simanjuntak mengatakan berbagai kegiatan ini dilakukan oleh komunitas
profesional dengan beragam latar belakang di dalam ekosistem properti mulai
dari pengembang properti, perbankan, property technology (proptech), konsultan,
arsitek hingga agensi.
“Berawal dari obrolan ringan di komunitas pengembang
properti dan industri ikutannya, Synergy Lady Leaders terbentuk pada 17 Maret
2024 yang diinisiasi oleh para pemimpin perempuan di industri properti. Jadi
kami ini baru sekitar 5 bulan berdiri dan tidak ingin sekadar ada, kami juga
ingin membuat kegiatan yang bermanfaat,” kata Tambok dikutip dari
keterangan tertulis, Jumat (23/8/2024).
Hal merupakan inisiatif kolaboratif untuk memperkuat sinergi
antar pemangku kepentingan (stakeholder) di industri properti Indonesia.
Synergy Lady Leaders sebelumnya telah melakukan event
pra-kegiatan yakni edukasi pilah sampah terhadap warga Sentraland Paradise,
Parung Panjang-Bogor. Selain itu, telah dilakukan kegiatan charity berupa
penyaluran sumbangan untuk posyandu.
Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 200 orang ini juga
menghadirkan sejumlah figur perempuan pegiat dan pelestari lingkungan yang
membagikan kisah inspiratifnya. Antara lain penyanyi Andien yang juga Founder
Setali Indonesia, Wilda Yanti yang dijuluki ‘Ratu Sampah’, Ajeng Cinta Bumi
seorang aktivis lingkungan, Mariani Founder Telo Bag, Komunitas Sakola Perumnas
Parayasa, dan Fabienne Nicole Miss Universe Indonesia 2023.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi kontribusi nyata
Synergy Lady Leaders terhadap pemberdayaan perempuan dalam aspek pelestarian
lingkungan. Kami akan menyumbangkan sebagian hasil penjualan tiket kegiatan
hari ini untuk program stunting yang dilakukan sejumlah komunitas perempuan di
wilayah Bogor,” ungkap Juanita A. Luthan selaku ketua pelaksana kegiatan
amal tersebut.
Selain itu, Juanita menyebut kegiatan amal tersebut lebih
bersifat konkret dengan edukasi yang memberikan pemahaman tentang pengelolaan
sampah rumah tangga. Lalu, ada kegiatan praktek dengan membimbing
Kemudian, masyarakat diberikan pemahaman mengenai transaksi
yang terhubung dengan kolaborator monetisasi, dan terakhir literasi dengan
memberikan tips mengelola keuangan sehingga lebih dapat berdaya ekonomi.
“Sekitar 30?ri hasil penjualan tiket dan 10?ri
hasil penjualan produk olahan akan disumbangkan kepada posyandu untuk
memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka stunting,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan memberikan akses dan apresiasi
kepada para perempuan yang mendukung lingkungan melalui kegiatan pengelolaan
sampah atau limbah rumah tangga. Sekaligus memberikan dukungan melalui edukasi
waste management, pemahaman tentang kebutuhan pengelolaan keuangan dan akses
bagi para perempuan agar lebih berdaya ekonomi.
Sumber : detik