Sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden RI dalam mendorong pengembangan hunian yang berkualitas dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Program 3 Juta Rumah, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria bersama jajaran direksi Perumnas dan pengelola Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melakukan tinjauan ke Rusunawa Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng (05/04).
Rusunawa Cinta Kasih Tzu Chi merupakan hasil kolaborasi antara Perumnas dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, yang dibangun di atas lahan milik Perumnas seluas ± 5 Ha. Pemanfaatan lahan tersebut dioptimalkan melalui skema kerja sama Build Operate Transfer (BOT), di mana Yayasan Buddha Tzu Chi bertindak sebagai mitra pengelola untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas hunian serta fasilitas umum di sekitarnya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi sarana untuk melihat secara langsung implementasi model kolaborasi antara negara dan pihak swasta dalam pembangunan hunian vertikal. Model ini diharapkan dapat menjadi percontohan dalam pengembangan rumah susun di berbagai wilayah, khususnya di kawasan padat penduduk perkotaan.
Menteri PKP, Maruarar Sirait menegaskan bahwa model kolaborasi seperti yang diterapkan di Rusun Cinta Kasih Tzu Chi dapat menjadi solusi strategis dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
“Ini contoh nyata bagaimana negara dan swasta bisa bekerja bersama. Tanah negara dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, sementara pengelolaannya dilakukan secara profesional agar kualitas hunian tetap terjaga dan berkelanjutan,” ujar Menteri Ara.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kawasan tersebut sebagai percontohan ideal pembangunan rumah susun berbasis ekosistem terpadu. “Di sini tidak hanya ada hunian, tetapi juga ekosistem yang lengkap mulai dari fasilitas pendidikan dari TK hingga SMA/SMK, rumah sakit, taman bermain, hingga pujasera UMKM warga. Saya pikir bagus ya ini Perumnas, bisa dijadikan contoh di tempat lain.” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan komitmen BP BUMN dalam mendukung percepatan penyediaan perumahan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami siap mendukung Program 3 Juta Rumah dengan mendorong model hunian seperti ini untuk direplikasi di berbagai daerah. Tahap awal, kami akan fokus pada lima wilayah utama yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar. Kami akan melakukan pemetaan dan menyusun daftar lokasi potensial untuk selanjutnya kami serahkan kepada Kementerian PKP,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama Perumnas, Imelda Alini Pohan, menjelaskan bahwa Rusun Cinta Kasih Tzu Chi merupakan salah satu bentuk optimalisasi aset negara, khusunya Perumnas melalui kerja sama strategis yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Rusun Cinta Kasih Tzu Chi ini dibangun pada tahun 2002 di atas lahan milik Perumnas seluas 5 hektar dengan total 1.100 unit hunian. Pada saat itu diperuntukkan sebagai program perumahan realokasi normalisasi Kali Angke yang terdampak banjir dan kawasan kumuh. Pengelolaannya kami kerjasamakan dengan Yayasan Buddha Tzu Chi selama 25 tahun agar dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” jelasnya.
Perumnas menegaskan kesiapan untuk terus mengembangkan hunian rakyat yang berkualitas melalui sinergi dan kerja sama strategis lintas sektor, baik dengan pemerintah, BUMN, maupun pihak swasta. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menghadirkan solusi perumahan yang adaptif, berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.