JAKARTA, suaramerdeka.com – Perum Perumnas mencatatkan sejumlah kinerja positif menyusul sejumlah strategi dan inovasi yang dilakukan.
Dengan inovasi yang dilakukan ini berdampak pada peningkatan pendapatan korporasi yang membanggakan.
Hingga November 2023, Perumnas mengalami pertumbuhan pendapatan YoY 2022-2023 sebesar lebih dari 30 persen (unaudited).
Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan, tren positif ini merupakan hasil dari berbagai inisiasi yang dilakukan tidak hanya pada sisi marketing saja, melainkan juga pada beberapa aspek lainnya.
“Awal tahun ini kami turut mendigitalisasi proses bisnis Perumnas dengan diluncurkannya financial dashboard, kemudian kami pun tetap mempertahankan komitmen sebagai Badan Publik Informatif sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat,” ujar Budi, hari ini.
Ditambahkan, lewat berbagai inovasi dan kinerja positif yang telah dilakukan sepanjang tahun ini, memberikan dampak pada peningkatan kinerja pembangunan hunian Perumnas secara YoY 2022-2023 lebih dari 19 persen (unaudited).
Hal ini pun didorong dengan diterapkannya hunian berbasis green building yang tidak hanya fokus pada vertikal housing khususnya hunian TOD yang dapat menurunkan polusi tetapi juga pada rumah tapak.
Ini seperti Samesta Dramaga dan Samesta Parayasa yang telah mendapat sertifikat Bangunan Hijau karena penggunaan material yang minim emisi karbon dan ramah lingkungan.
Permintaan dan kebutuhan hunian yang semakin tumbuh ditambah kontribusi positif sektor properti yang menyumbang 14,6 persen – 16,3 persen dari PDB nasional selama 2018-2022 sebagaimana data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Hal ini dapat memberikan ruang bagi Perumnas untuk melanjutkan atau bahkan mengembangkan tren positif yang telah dicapai.
Melalui berbagai inisiasi bisnis Perumnas yang menghasilkan tren positif berkelanjutan serta kontribusi properti yang memberikan andil yang cukup baik terhadap ekonomi nasional.
“Kami harap dengan kinerja yang positif ini dapat menghasilkan kepercayaan investor kepada kami, terlebih dengan serangkaian program seperti PMN Non Tunai yang kami optimis dapat garap dengan baik di tahun 2024,” imbuh Budi.
Keyakinan optimisme ini cukup tinggi mengingat pasar properti memiliki potensi yang tinggi dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengembang hunian.
Dan dengan adanya potensi tersebut, menjadi peluang bagi Perum Perumnas untuk memperluas pangsa pasarnya yang 40 persen diantaranya berasal dari generasi milenial.
Beragam strategi dan inovasi pun dihadirkan mulai dari pengembangan kawasan berorientasi transit hingga hunian landed dengan desain kekinian.
Sumber : SuaraMerdeka.com