Liputan6.com, Jakarta Perumnas masih akan membidik kalangan milenial sebagai target pasar untuk pemenuhan rumah. Perumnas melihat ada potensi keuntungan yang cukup besar dari kelompok tersebut.
Direktur Utama Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan, kalangan milenial tetap akan menjadi kelompok yang disasar kedepannya. Penyediaan hunian pun ikut disesuaikan dengan karakteristik milenial.
“Kami memiliki target dan roadmap yang jelas dalam menghadirkan, menyediakan serta mengembangkan inovasi pada suatu hunian bagi masyarakat. Segmen milenial pun kami anggap sebagai segmen pasar yang menarik karena memiliki potensi untuk memberikan dampak yang positif bagi aktivitas bisnis Perumnas,” ungkap Budi dalam keterangannya, Kamis (28/12/2023).
Catatan Positif
Budi menuturkan, sejumlah catatan positif sudah dibukukan Perumnas. Misalnya, hingga November 2023 ini, Perumnas berhasil membukukkan pertumbuhan pendapatan lebih dari 30 persen secara year on year (unaidited).
Kinerja positif juga dicatatkan dari aspek pembangunan hunian Perumnas. Perusahaan mencatat ada peningkatan sebesar 19 persen dari tahun lalu.
“Tren positif ini merupakan hasil dari berbagai inisiasi yang kami lakukan tidak hanya pada sisi marketing saja, melainkan juga pada beberapa aspek lainnya. Pada awal tahun ini kami turut mendigitalisasi proses bisnis Perumnas dengan diluncurkannya financial dashboard, kemudian kami pun tetap mempertahankan komitmen sebagai Badan Publik Informatif sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.
Dengan mengandalkan pasa milenial tadi, Budi membidik peluang kontribusi positif sektor perumahan terhadap PDB sebesar 14,6-16,3 persen dari PDB dalam kurun waktu 2018 hingga 2022. Menurutnya, ini bisa menjadi peluang Perumnas melanjutkan tren positif perusahaan.
“Melalui berbagai inisiasi bisnis Perumnas yang menghasilkan tren positif berkelanjutan serta kontribusi properti yang memberikan andil yang cukup baik terhadap ekonomi nasional, kami harap dapat menghasilkan kepercayaan investor kepada kami, terlebih dengan serangkaian program seperti PMN Non Tunai yang kami optimis dapat garap dengan baik di tahun 2024 nanti”, tutup Budi.
Sumber : Liputan 6