Begini Strategi Perumnas Kurangi Backlog

HousingEstate, Jakarta – Angka backlog (akumulasi kekurangan pengadaan) rumah di Indonesia konon mencapai 12 juta unit lebih. Hal itu menjadi perhatian BUMN perumahan Perum Perumnas. Untuk itu, Perumnas berupaya fokus menghadirkan yang paling banyak dibutuhkan kalangan milenial yang saat ini menjadi potensi pasar terbesar.

Survei Sosio Ekonomi Nasional (Susenas) menyebut, angka backlog perumahan mencapai 12,71 juta dengan 2,9 juta berada di kawasan Jabodetabek. Di Jakarta misalnya, rumah tangga yang belum memiliki rumah tercatat 63 persen. “Permasalahan itu menjadi trigger Perum Perumnas untuk fokus membangun terutama hunian yang terjangkau bagi kebanyakan orang,” kata Budi Saddewa Soediro, Direktur Utama Perumnas, seperti dikutip laman resminya Jumat (1/9).

Komitmen Perumnas sejalan dengan program pemerintah dan PP No. 83 Tahun 2015 khususnya terkait pengembangan kawasan transit oriented development (TOD) dan peningkatan kualitas perumahan, permukiman, dan rumah susun (rusun). Sejauh ini Perumnas telah menginisiasi berbagai program untuk peningkatan kualitas hunian yang layak melalui revitalisasi.

Pelaksanaan program revitalisasi hunian difokuskan pada peningkatan kualitas fasilitas umum, untuk menciptakan interaksi sosial yang positif bagi penghuni dan masyarakat di sekitarnya. Inisiasi ini bisa dilihat pada revitalisasi Rusun Sukaramai Medan sejak tahun 2017. Program ini akan dilanjutkan di Rusun Klender, Jakarta Timur, tahun depan.

Perumnas juga menghadirkan hunian bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pada setiap proyek pengembangan perumahannya, Perumnas mengalokasikan 20 persen dari total unit untuk hunian bersubsidi termasuk pada proyek hunian berkonsep highrise dan TOD. Saat ini tiga proyek TOD tengah dibangun, seperti 256 unit di Samesta Mahata Tanjung Barat, 182 unit di Samesta Mahata Margonda, dan 330 unit di Samesta Mahata Serpong. Komitmen Perumnas ini juga mendapatkan apresiasi dari Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Djan Faridz.

Menurut Djan, hadirnya hunian TOD bisa memberikan dampak positif bukan hanya bagi penghuni tapi juga masyarakat, khususnya melalui penyediaan unit komersial yang bisa diisi oleh UMKM hingga berkembang menjadi simpul perekonomian baru.

 


Sumber : housingestate.id