Angka backlog hunian di Indonesia yang dapat dikategorikan
tinggi menjadi perhatian khusus bagi pemerintah maupun para stakeholder pengembang hunian
rakyat. Data Survei Sosio Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan bahwa backlog hunian mencapai
12,71 juta dimana 2,9 juta diantaranya tersebar di wilayah Jabodetabek. Bahkan dari masyarakat yang
memiliki hunian di Jakarta, 63% persen di antaranya belum memiliki hunian layak. Adanya pasar yang
besar dengan terbatasnya tingkat keterjangkauan masyarakat terhadap hunian layak menjadi PR
besar yang harus diatasi.
Adanya permasalahan tersebut menjadi trigger bagi Perumnas sebagai BUMN pengembang hunian
masyarakat untuk membangun dan mengembangkan kawasan layak huni secara berkesinambungan.
“Perumnas tidak tinggal diam terhadap permasalahan backlog hunian ini, kami akan selalu bertekad
membangun hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat”, ucap Direktur Utama Perumnas,
Budi Saddewa Soediro pada Kunjungan Kerja Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Samesta
Mahata Serpong, Rawa Buntu (10/8).
Budi pun menambahkan bahwa Perumnas berkomitmen pada tugasnya yang sejalan dengan program
Pemerintah dan PP 83 Tahun 2015, khususnya pada program Pengembangan Kawasan TOD dan
Peningkatan Kualitas Perumahan, Permukiman & Rusun. Sejauh ini, Perumnas telah menginisiasi
berbagai program guna peningkatan kualitas hunian layak melalui revitalisasi. Pelaksanaan revitaliasi
hunian terfokus pada peningkatan fasilitas umum guna menciptakan interaksi sosial yang positif bagi
penghuni dan masyarakat di sekitarnya.
Inisiasi Perumnas dalam mengembangkan kawasan hunian layak huni terwujudkan melalui revitalisasi
Rusun Sukaramai Medan merupakan revitalisasi rumah susun pertama di Indonesia yang sudah sukses
dilakukan mulai tahun 2017. Inisiasi tersebut akan terus dijalankan dengan adanya rencana revitalisasi
pada rusun Klender dalam waktu ke depan.
“Revitalisasi kawasan hunian kami lakukan tidak hanya untuk mengatasi lingkungan yang terkesan
kumuh dari kepadatan penduduk maupun masalah kepemilikan rumah, tetapi sekaligus meningkatkan
kualitas bangunan dengan memberikan fasilitas untuk menunjang kehidupan sosial masyarakat
melalui hunian berkualitas”, tambah Budi.
Sejalan dengan program peningkatan kualitas perumahan, Perumnas turut menghadirkan hunian
subsidi berkualitas untuk menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah. Pada setiap kawasan
hunian yang dibangun, Perumnas berkomitmen untuk mengalokasikan setidaknya 20% unit tersedia
sebagai hunian subsidi. Pengalokasian hunian subsidi juga berlaku pada hunian highrise berkonsep
TOD yang telah dibangun. Tiga hunian TOD yang dibangun Perumnas masing-masing memiliki unit
hunian subsidi dimana 256 unit tersedia di Samesta Mahata Tanjung Barat, 182 unit di Samesta
Mahata Margonda dan 330 unit Samesta Mahata Serpong.
Pada kunjungan kerja Wantimpres di Samesta Mahata Serpong, Djan Faridz selaku Anggota
Wantimpres menjelaskan bahwa ketersediaan hunian layak bagi masyarakat khususnya yang
berpenghasilan rendah menjadi salah satu concern utama penaganan backlog hunian. “Hadirnya
Hunian berkonsep TOD seperti di Samesta Mahata Serpong ini harus dapat memberikan dampak
positif tidak hanya bagi penghuninya namun juga masyarakat sekitar melalui ketersediaan unit
komersial/UMKM, serta menjadi simpul perekonomian baru”, ucap Anggota Wantimpres Djan Faridz.
Samesta Mahata Serpong yang mulai dibangun pada tahun 2018 akan menyediakan total hunian
sebanyak 1.816 unit yang dibagi menjadi tiga tower dan ditargetkan serah terima unit awal secara
bertahap untuk Tower Cattleya akan dilakukan pada 2023 serta tower milenial yang dalam masa
pembangunan. Selain terintegrasi langsung dengan stasiun Rawa Buntu, apartemen ini akan memiliki
berbagai fasilitas yang dapat meningkatkan kualitas penghuninya.
“Berbagai fasilitas terbaik yang Perumnas sediakan di Samesta Mahata Serpong menjadi bukti nyata
komitmen kami dalam menyediakan hunian berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat. Dalam
proses pengeksekusian program hunian, kami senantiasa memohon bantuan dan bimbingan Dewan
Pengawas dan Watimpres agar Perumnas dapat selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat
Indonesia”, tutup Budi.
Download Rilis
Lakukan Kunjungan Kerja di Proyek Perumnas, Wantimpres Fokus Pada Pembangunan Hunian Layak Bagi Masyakarat