Menteri PKP Update Progres Proyek 1 Juta Rumah Hasil Kerja Sama Indonesia-Qatar

JAKARTA- Pemerintah masih fokus menyiapkan lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan satu juta unit rumah.

Demikian disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, soal progres kerja sama dengan pemerintah Qatar dalam proyek pembangunan satu juta unit rumah di Indonesia.

Menurutnya, salah satu lokasi yang sudah disurvei yaitu di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

“Itu tentunya kita sudah siapkan lahan-lahannya, yang paling segera itu di Kalibata. Sudah disurvei dan sebagainya,” kata Maruarar, Rabu (19/2/2025).

Kendati begitu, lahan tersebut masih belum mendapat persetujuan dari pihak Qatar karena masih memerlukan waktu untuk melihat-lihat lokasi mana yang lebih tepat.

“Dilihat dulu, perlu waktu untuk, namanya MoU kan mereka penting melihat. Mereka lihat, survei, kita kan buka datanya, di mana saja terbuka dan datanya dari BUMN juga dibuka,” ujar Maruarar.

Maruarar mengatakan, saat ini pihaknya juga sudah membuka data terkait dengan lahan-lahan yang dimiliki sejumlah perusahaan BUMN.

Dengan keterbukaan ini, lahan-lahan yang tersedia diharapkan bisa segera dieksekusi agar bermanfaat bagi rakyat.

“Sudah kita buka datanya kereta api di mana, kemudian perumnas di mana. Supaya bisa segera dieksekusi, dikerjasamakan, supaya tanah-tanah itu bisa dimanfaatkan bagi masyarakat dan juga bagi kalangan dunia usaha,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan pemerintah Qatar menjalin kerja sama terkait pengembangan proyek hunian satu juta unit rumah.

Kerja sama ditandatangani Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, bersama Sekjen Dewan Keluarga Kerajaan Qatar, Syekh Abdul Aziz Abdul Rahman Hassan Al-Thani, dan disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Rabu (8/1/2025).

Menteri Investasi, Rosan Roeslani, mengatakan, dengan adanya kerja sama ini, maka pemerintah Indonesia tidak lagi perlu mencari dana untuk menjalankan program tersebut.

Sebab, dana hingga para pekerja kontraktornya akan disediakan oleh pemerintah Qatar. Sementara Indonesia hanya menyediakan lahan untuk pembangunan hunian.

“Memang investasi yang masuk ini disaat bersamaan juga menyediakan financing-nya, tanahnya dari pemerintah, pekerja kontraktor, isinya beserta financing-nya dari Qatar. sehingga tidak perlu cari pendanaan lagi,” ujar Rosan.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengawal proyek kerja sama ini demi memastikan pembangunan satu juta unit rumah rakyat bisa berjalan dengan baik dan lancar.

“Ini semua akan dilakukan bersama-sama dan kalau dari kami tentunya akan mengawal investasi ini berjalan dengan baik dan tepat,” kata Rosan.

Sebab, dana hingga para pekerja kontraktornya akan disediakan oleh pemerintah Qatar. Sementara Indonesia hanya menyediakan lahan untuk pembangunan hunian.

“Memang investasi yang masuk ini disaat bersamaan juga menyediakan financing-nya, tanahnya dari pemerintah, pekerja kontraktor, isinya beserta financing-nya dari Qatar. sehingga tidak perlu cari pendanaan lagi,” ujar Rosan.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengawal proyek kerja sama ini demi memastikan pembangunan satu juta unit rumah rakyat bisa berjalan dengan baik dan lancar.

“Ini semua akan dilakukan bersama-sama dan kalau dari kami tentunya akan mengawal investasi ini berjalan dengan baik dan tepat,” kata Rosan.

 


Nama Sumber : akurat.co