Perumnas dan PP Ajukan PMN Rp1 Triliun untuk 2025

BORNEONEWS, Jakarta – Perum
Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) mengajukan Penyertaan Modal Negara
(PMN) untuk tahun anggaran 2025 sebesar Rp1 triliun untuk menyediakan hunian
bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

 

Direktur Utama Perumnas Budi
Saddewa Soediro mengatakan tujuan penggunaan PMN tunai ini, antara lain untuk
membangun perumahan di kawasan yang mengalami kekurangan hunian atau backlog
perumahan dan mengembangkan perumahan yang terintegrasi dengan transportasi
umum.

 

“Berdasarkan data Susenas 2023,
masih terdapat backlog kepemilikan rumah sebesar 9,9 juta unit dengan tingkat
pemenuhan sebesar 1 juta per tahun,” katanya dalam rapat dengan Komisi VI DPR
RI, di Jakarta, Senin 8 Juli 2024.

 

Padahal pertumbuhan rumah tangga
baru bisa mencapai 800 ribu per tahun, dan ini akan menambah jumlah backlog di
Indonesia.

 

Ia menambahkan, perusahaan akan
menggunakan PMN yang diperoleh pada tahun 2025 sebagai modal kerja untuk
menyelesaikan pembangunan unit-unit yang sudah ada. “Jadi tidak kami gunakan
untuk pengembangan baru,” ujar dia pula.

Suntikan modal ini rencananya
akan digunakan untuk membangun 3.180 unit rumah, dengan rincian 580 unit rumah
susun dan 2.600 rumah tapak, yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.

 

Pada kesempatan yang sama, PT
Pembangunan Perumahan (PP) mengusulkan PMN sebesar Rp1,56 triliun untuk pembangunan
Kawasan Industri Grand Rebana Tahap I dan Tol Yogyakarta-Bawen, yang merupakan
proyek strategis nasional (PSN).

 

Direktur Utama PT PP Novel Arsyad
mengatakan pembangunan Kawasan Industri Grand Rebana ditargetkan dimulai pada
2025. Saat ini, proses master planning masih berlangsung.

 

Ia menyampaikan PT PP akan
menyetorkan Rp1 triliun sebagai modal (ekuitas) dari total investasi untuk
kawasan ini.

 

Sementara terkait pembangunan
tol, PT PP memiliki 13,16 persen saham di proyek Tol Yogya-Bawen. Perseroan memiliki
peran dalam pembangunan Seksi 2 yang menghubungkan ruas Banyurejo-IC Borobudur
sepanjang 15,2 km.

Diperkirakan, PT PP perlu
menyetorkan Rp563 miliar sebagai modal (ekuitas) untuk Seksi 2 Tol Yogya-Bawen.

 

Kawasan Industri Grand Rebana
diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, menciptakan peluang masuknya
investasi asing, dan membangun kekuatan industri halal berskala internasional.

 

“Dan tentunya di Tol Yogya-Bawen
akan meningkatkan aksesibilitas di area Joglosemar yang nantinya akan lebih lengkap
di sana,” ujar Novel pula.

Sumber : borneo news