Warga Jawa Barat masih banyak
yang belum punya rumah sendiri. Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jabar
bakal berupaya menghadirkan hunian vertikal sebagai salah satu solusi.
Direktur Consumer and Commercial
lending Bank BTN, Hirwandi sempat memaparkan bahwa berdasarkan data Susesnas
2020 dan analisis SKHA tercatat ada empat provinsi yang memiliki backlog lebih
dari 1 juta unit. Bahkan, Jabar memiliki backlog tertinggi.
Rinciannya, Jabar 2,8 juta unit,
DKI Jakarta 1,4 juta unit, Jawa Timur 1,2 juta unit, dan Sumatera Utara 1,02
juta unit. Backlog adalah kesenjangan antara total hunian terbangun dengan
jumlah rumah yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Sementara Badan Pusat Statistik
(BPS) pada 2023 mencatat persentase rumah tangga dengan status kepemilikan
bangunan tempat tinggal sendiri di Jabar baru di angka 83,38 persen.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perkim
Jabar Indra Maha menjabarkan, backlog dari sisi kepemilikan ada di angka
sekitar 3 juta unit. Sedangkan dari sisi kepenghunian di angka 2,2 jutaan.
Kalau kepenghunian itu seperti kontrak masih dihitung, jelasnya, Rabu (24/7).
Menurut Indra, ada sejumlah
langkah yang bakal dilakukan untuk menekan tingginya angka backlog tersebut.
Salah satunya upaya untuk menghadirkan huian vertikal. Konsep hunian yang
cenderung cocok dengan wilayah perkotaan. Kalau rumah tapak sebenarnya juga
masih bisa, seperti yang dilakukan perumnas. Tapi kami juga upayakan untuk
pembangunan rusun atau hunian vertikal untuk bantu Masyarakat Berpenghasilan
Rendah (MBR.red), cetusnya.
Indra menambahkan, pembangunan
rusun itu biasanya dieksekusi oleh Kementerian PUPR. Sementara pemerintah
Provinsi ditugaskan untuk penyiapan lahannya. Kalau ada kemampuan dana, ya mau
saja terus bangun rusun, sambungnya.
Strategi lain adalah turut
mendorong para pengembang perumahan untuk terus menghadirkan rumah yang
terjangkau bagi masyarakat. Namun dalam penyediaan rumah itu juga perlu
didukung mekanisme perkreditan yang bisa dijangkau masyarakat. Pengembang
terus kami dorong, tapi memang perlu ditunjang akses kredit yang memungkinkan,
paparnya.(son)
Sumber : JabarEkspres