Revitalisasi Rusun Pasar Jumat Mulai 2025, Ada Mal hingga Pusat Olahraga

Revitalisasi Rusun Pasar Jumat Mulai 2025, Ada Mal hingga
Pusat Olahraga

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan
melakukan revitalisasi Rusun Pasar Jumat yang berbasis Transit-oriented
development (TOD) pada 2025 mendatang. Rusun Pasar Jumat nantinya akan berdiri
di atas tanah milik PT Perum Perumnas yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta
Selatan.

“Kebetulan kalau kita bicara Pasar Jumat itu, tanahnya
di handle (dipegang) oleh Perumnas, jadi kita bekerjasama PUPR memfasilitasi tanahnya
yang dimiliki oleh Perumnas dan nanti Perumnas bisa bekerjasama dengan pihak
swasta atau pihak-pihak lain untuk mengembangkan TOD ini,” kata Dirjen
Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Triono Junoasmono dalam acara
Seminar Transit Oriented Development bersama Japan Housing Finance Agency di
Jakarta pada Senin (26/8/2024).

Sebelumnya, Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan
(PPP) PUPR telah menggelar acara Market Sounding (Penjajakan Pasar) pada Senin
(08/07/2024) lalu. Saat ini mereka masih mematangkan konsep dari hunian
berbasis TOD ini.

“Ya, kita sudah laksanakan market sounding, dan ada
beberapa masukan-masukan yang sedang kita bahas lagi, dan nanti setelah ini
baru kita lepas ke pasar,” imbunya.

 

Baca artikel detikproperti, “Revitalisasi Rusun Pasar
Jumat Mulai 2025, Ada Mal hingga Pusat Olahraga” selengkapnya
https://www.detik.com/properti/berita/d-7509807/revitalisasi-rusun-pasar-jumat-mulai-2025-ada-mal-hingga-pusat-olahraga.

Dalam penyusunan konsep TOD ini, Indonesia akan bekerjasama
dengan Jepang lewat Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) untuk kajian
mendalam terkait konsep TOD.

 

“Jadi kita sedang menyiapkan konsep TOD, yang mana
dibantu kajiannya oleh Jepang. Jadi investor nanti kita akan buka ke pasar,
boleh dari mana saja, tapi supportnya, kajiannya dibantu oleh dari
Jepang,” imbuhnya.

 

Selain konsep, Jepang juga akan membantu Indonesia dalam
menemukan skema yang paling tepat untuk pembiayaan perumahan di kawasan TOD.

 

Seperti yang dipaparkan oleh perwakilan Jabodetabek Urban
Transportation Policy Integration Phase 3 (JUTPI-3), Mori Hiromitsu secara
terpisah, pemerintahan Jepang telah melakukan beberapa cara untuk mengatasi
kekurangan dana. Mulai dari mendirikan Japan Housing Corporation, penggunaan
dana berbunga rendah jangka panjang, hingga menyediakan pasokan perumahan sewa
yang terencana.

 

Di luar semua persiapan tersebut, menurut Triono yang paling
penting saat ini adalah mendorong masyarakat untuk tertarik tinggal di hunian
vertikal seperti rumah susun. Meskipun pembangunan TOD di Jabodetabek mendapat
respon positif, tetapi masih banyak masyarakat yang belum tertarik dengan rumah
tapak.

Sumber : detik