Bogor, 23 Januari 2025 – Kementerian BUMN melalui Perumnas terus berkomitmen dalam
melaksanakan 100 Hari Kerja Pemerintahan Prabowo-Gibran dengan mendukung program 3 juta
rumah, salah satunya melalui capaian pengembangan hunian berkonsep Transit-Oriented
Development (TOD) di kota-kota besar dan area sekitarnya. Selain mengembangkan tiga hunian
highrise berkonsep TOD di Jabodetabek, kini Perumnas kembali berinovasi dengan
mengembangkan hunian landed berkonsep TOD pertama di Indonesia yang berkonsep hijau di
Samesta Parayasa Parung Panjang, Bogor.
Pengembangan hunian landed pertama yang berkonsep TOD tersebut ditandai melalui
perencanaan pembangunan Stasiun Lumpang yang terletak di dalam kawasan perumahan
Samesta Parayasa. Stasiun ini akan menjadi bagian integral dari pengembangan kawasan hunian
sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari pemerintah, yang disampaikan oleh Wakil Menteri
Perhubungan dalam kunjungannya pada lokasi rencana pembangunan Stasiun Lumpang (15/01)
Kami siap mendukung inisiasi pembangunan Stasiun Lumpang karena manfaat dari stasiun ini
lah yang ditunggu masyarakat. Jadi perlu dipercepat proses pembangunan dari stasiun ini, ujar
Suntana, Wakil Menteri Perhubungan.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan value added dan aksesibilitas kawasan
perumahan di Parung Panjang, Perumnas bersama PT KAI, Kementerian BUMN, dan Kementerian
Perhubungan merencanakan pelaksanaan ground breaking Stasiun Lumpang pada Kuartal I tahun
2025, lanjut Suntana.
Hal senada juga disampaikan oleh Asisten Deputi Penyediaan Lahan Perumahan Kemenko Bidang
Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Djoko Wibowo. Kami melihat ini satu bentuk
sinergi yang sangat bagus, yang mana secara fungsi ini memang kita lihat ada kebutuhan untuk
pembangunan stasiun. Tidak hanya untuk Perumnas, tetapi bagi masyarakat yang ada di sini.
Sepertinya akan banyak terbantu dengan adanya eksistensi dari stasiun ini, ujar Djoko dalam
kunjungannya di Samesta Parayasa (22/01).
Samesta Parayasa bukan hanya hunian, tetapi juga solusi untuk meningkatakan kualitas hidup
masyarakat dengan menghadirkan akses transportasi publik yang terintegrasi. Kami bersama
dengan pihak-pihak terkait, seperti PT KAI berkomitmen untuk membangun stasiun berkonsep
hijau di Lumpang Parayasa, ujar Direktur Utama Perumnas, Budi Saddewa Soediro.
Stasiun Lumpang diproyeksikan dapat mengakomodasi 5.160 penumpang per hari di tahun
pertama operasional dengan relasi jalur Stasiun Tanah Abang-Rangkas Bitung.
Budi pun menambahkan bahwa kedepannya pengembangan Kawasan Samesta Parayasa tentu
memerlukan dukungan dari berbagai stakeholder terkait, termasuk pemerintah. Tidak hanya
dalam pembangunan dan pengembangan stasiun, namun juga sarana pendukung lainnya.
Sehingga dukungan pemerintah menjadi hal yang sangat diapresiasi.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan komitmen Perumnas dalam pengembangan
Stasiun Lumpang dan Kawasan Samesta Parayasa, diharapkan dapat menjadi terobosan dalam
penyediaan hunian landed berbasis TOD di Indonesia. Proyek ini tidak hanya memberikan
manfaat bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi langkah maju dalam menciptakan pola
hunian dan transportasi yang berkelanjutan.