Liputan6.com, Jakarta Perum Perumnas tengah menyusun
sejumlah rencana pembangunan hunian untuk mengrangi tingkat backlog kepemilikan
rumah. Menyusul, direstuinya Pernyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 1
Triliun dari Tahun Anggaran 2025 bagi Perumnas.
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir
yang ingin Perumnas membenahi proyek-proyek yang sudah berjalan. Erick
menyoroti perlunya membangun perumahan dengan melengkapi fasilitas yang ada.
Menurutnya, hal itu menjadi catatan berarti bagi pengembangan kawasan yang
dilakukan oleh Perumnas.
“Ini yang menjadi catatan mungkin bagaimana pembangunan
perumahan ke depan ini benar-benar harus tepat sasaran, ada jalannya, ada
listriknya, ada airnya,” ucap Erick di Kompleks Parlemen, beberapa waktu
lalu, dikutip Jumat (12/7/2024).
Tetapi itupun menjadi catatan buat saya, memang perlu
dukungan ketika penugasan pembangunan rumah di daerah-daerah ini juga mesti ada
komitmen dari pemerintah daerah ataupun kementerian lain, sehingga tadi
fasilitas pendukungnya bisa terpenuhi, tidak hanya membangun rumah di tempat
yang tidak ada aksesibilitinya,” sambungnya.
Menjawab tantangan itu, Direktur Utama Perumnas, Budi
Saddewa Soediro mengatakan suntikan PMN Rp 1 triliun nantinya akan difokuskan
dalam membangun rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah. Termasuk
menyelesaikan sejumlah proyek yang berjalan.
Pengajuan PMN Tunai sebesar Rp 1 Triliun ini akan kami
pergunakan untuk melanjutkan persediaan yang ada, sehingga memang fokus
Perumnas kedepannya adalah menyelesaikan proyek existing menjadi kawasan
perumahan yang layak huni bagi masyarakat,” ujar Budi dalam keterangannya.
Budi menyampaikan secara keseluruhan suntikan dana pengajuan
PMN tahun 2025 ditujukan untuk menyelesaikan pembangunan hunian sebanyak 3.180
unit. Ini terdiri dari perumahan terintegrasi transportasi umum, persedian
kluster baru/extension, dan persedian kavling di Jabodetabek, Sumatera, Jawa
Tengah, Jawa Timur, dan pembangunan rumah susun Milenial Kemayoran.
Perumnas komitmen dalam mengoptimalkan perannya sebagai
pengembang hunian masyarakat dan terus berupaya untuk bertransformasi dengan
melakukan penguatan model bisnis sebagaimana arahan Menteri BUMN,”
ungkapnya.
Sumber : liputan6