Ketika Para Pemimpin Perempuan Beramal dan Lestarikan
Lingkungan
JAKARTA, KOMPAS.com – Isu lingkungan hidup, sosial dan tata
kelola perusahaan atau environmental, social, and governance (ESG) kini menjadi
fokus para pelaku industri dan ekosistem properti di Tanah Air. Selain
berdampak pada nilai investasi pengembang, ESG juga menjadi komitmen untuk
menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang, serta membawa manfaat
ekonomi kepada masyarakat. Kesadaran terhadap isu-isu tersebut mendorong para
perempuan Synergy Lady Leaders berinisiatif untuk menggagas serangkaian acara
sosial dan lingkungan. Kegiatan dimulai dari edukasi pilah sampah hingga
penyaluran donasi (charity) yang diharapkan memberikan dampak positif bagi
masyarakat sekitar. Ketua Synergy Lady Leaders Tambok Parulian Setyawati Simanjuntak
mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif kolaboratif yang ditujukan untuk
memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan (stakeholder) di industri
properti Indonesia.
Kegiatan pun dilakukan mereka yang tergabung dalam komunitas
profesional dengan beragam latar belakang di dalam ekosistem properti mulai
dari pengembang properti, perbankan, property technology (proptech), konsultan,
arsitek hingga agensi. Menurut Tambok, semua ini berawal dari obrolan ringan di
komunitas pengembang properti dan industri ikutannya, Synergy Lady Leaders
terbentuk pada 17 Maret 2024. Komunitas ini diinisiasi oleh para pemimpin
perempuan di industri properti. Jadi kami ini baru sekitar 5 bulan berdiri dan
tidak ingin sekadar ada, kami juga ingin membuat kegiatan yang bermanfaat,
kata Tambok pada kegiatan amal Charity Activity for Our Earth bertajuk Hero In
Sustainability: Women Making A Difference di FullbellyEats, Bogor, Rabu
(21/8/2024).
Tambok menegaskan, kegiatan amal seperti ini akan mereka
lakukan terus secara periodik dan nantinya dapat melibatkan semakin banyak
pengembang dan pemangku kepentingan bisnis properti lainnya. Meski acara amal
ini adalah kegiatan pertama yang dilakukan, tetapi sebelumnya komunitas
tersebut telah melakukan event pra-kegiatan yakni edukasi pilah sampah terhadap
warga Sentraland Paradise, Parung Panjang-Bogor. Selain itu telah dilakukan
kegiatan amal berupa penyaluran sumbangan untuk posyandu.
ebagai acara puncak, kegiatan Charity Activity for Our Earth
bertajuk Hero In Sustainability: Women Making A Difference ini dihadiri oleh
sekitar 200 orang, seta figur perempuan pegiat dan pelestari lingkungan yang
membagikan kisah inspiratifnya. Antara lain penyanyi Andien yang juga Founder
Setali Indonesia, Wilda Yanti yang dijuluki Ratu Sampah, Ajeng Cinta Bumi
seorang aktivis lingkungan, Mariani Founder Telo Bag, Komunitas Sakola Perumnas
Parayasa, dan Fabienne Nicole Miss Universe Indonesia 2023. Kegiatan ini
menjadi kontribusi nyata Synergy Lady Leaders terhadap pemberdayaan perempuan
dalam aspek pelestarian lingkungan. Kami akan menyumbangkan sebagian hasil
penjualan tiket kegiatan hari ini untuk program stunting yang dilakukan
sejumlah komunitas perempuan di wilayah Bogor, ungkap ketua pelaksana kegiatan
amal tersebut, Juanita A. Luthan. Sekitar 30 persen dari hasil penjualan tiket
dan 10 persen dari hasil penjualan produk olahan akan disumbangkan kepada
posyandu untuk memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka stunting.
Sumber : kompas