Wakil Direktur Utama Perum Perumnas, Oni Febriarto Rahardjo memaparkan, milenial lebih suka membeli rumah di wilayah pinggiran atau perbatasan kota. Hal tersebut menjadi peluang bagi pihak pengembang perumahan untuk menggaet pembeli dari kalangan anak muda. Menurut Oni, bonus demografi generasi milenal akan terjadi selama 2020-2030 dan turut memengaruhi permintaan akan perumahan menjadi meningkat.“Sebagai developer, kita perlu memenuhi permintaan dari pihak pembeli,” ujarnya dalam diskusi “Memaksimalkan Potensi Hunian Milenial & MBR sebagai Andalan Sektor Properti”, Kamis (10/3). Walaupun lebih suka membeli rumah di wilayah perbatasan kota, tetapi milenial membutuhkan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan generasi di atas mereka.“Kedekatan perumahan terhadap fasilitas transportasi umum juga diperhatikan mereka, termasuk halte,” ungkapnya. Selain fasilitas transportasi umum, generasi milenial juga mempertimbangkan fasilitas olahraga juga penting untuk dimiliki suatu perumahan.“Mereka cenderung memilih fasilitas olahraga berupa jogging track atau kolam renang,” tuturOni.Lebih lanjut, generasi milenial juga mempertimbangkan kualitas dan jarak fasilitas pendidikan, terutama untuk anak berusia 2 sampai 6 tahun. Selain itu, fasilitas kesehatan juga dianggap penting, seperti klinik atau apotek.“Pusat perbelanjaan dan hiburan juga diperhatikan oleh generasi milenial, seperti mall, minimarket, dan taman,” katanya.
Sumber : GenPI.co