Perum Perumnas terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan konsep hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) sebagai solusi hunian berkelanjutan di kawasan perkotaan. Menurut perusahaan, pengembangan kawasan TOD memerlukan kolaborasi lintas sektor serta pendekatan perencanaan yang terintegrasi, mengingat keterkaitannya dengan lahan strategis dan infrastruktur transportasi publik.
Wakil Direktur Utama Perum Perumnas, Tambok Setyawati, menjelaskan bahwa Perumnas secara aktif mendorong model kemitraan yang adaptif agar proyek TOD tidak hanya menjadi tempat tinggal, melainkan juga pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang inklusif dan berdaya saing.
“Konsep inilah yang kami wujudkan dalam pembangunan proyek-proyek TOD Perumnas, menciptakan efisiensi mobilitas, mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, sekaligus mendorong multiplier effect bagi lingkungan sekitar,” ujar Tambok dalam keterangan di Jakarta, Selasa (20/5).
Sebagai pelopor pengembangan hunian berbasis TOD, Perumnas telah membangun proyek-proyek yang terintegrasi langsung dengan simpul transportasi, seperti stasiun KRL Jabodetabek yang berada di titik nol kilometer. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan hunian terjangkau di wilayah urban.
Tambok menambahkan bahwa pendekatan TOD juga mendukung program pemerintah dalam membangun tiga juta rumah. Dengan memaksimalkan intensitas pemanfaatan lahan di sekitar transportasi publik, pemerintah memiliki peluang besar untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan menengah.
Sementara itu, praktisi tata kota dan pendiri Urban+, Sibarani Sofian, menyoroti sejumlah tantangan dalam penerapan konsep TOD di Indonesia. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur pendukung yang masih terbatas serta belum optimalnya perencanaan kota berbasis prinsip TOD sejak awal.
Sibarani juga mencermati bahwa masih banyak investor yang belum menyadari potensi ekonomi dari kawasan TOD. Padahal, dengan dukungan kebijakan yang tepat, kawasan ini bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.
“Investor belum banyak yang melihat prospek TOD. Pemerintah harus mendorong, salah satunya dengan memberikan insentif, entah itu dalam bentuk pajak, subsidi, atau penyediaan lahan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia merekomendasikan agar pemerintah juga fokus pada pengembangan fasilitas pendukung seperti akses jalan, jembatan, serta menjaga kebersihan kawasan TOD. Menurutnya, pengembangan kawasan berbasis TOD harus mencakup aspek fisik dan lingkungan secara menyeluruh.
Nama Sumber : Info Ekonomi