Perumnas Sajikan Perumahan Berkelanjutan Berkonsep TOD

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengembang perumahanPerumnas berkomitmen untuk memastikan ketersediaan hunian.

Dengan demikian, Perumnas terus berinovasi. Salah satu contohnya adalah hunian Transit Oriented Development (TOD), juga dikenal sebagai hunian yang terintegrasi dengan transportasi umum.

Menurut Budi Saddewa Soediro, Direktur Utama Perum PerumnasHunian TOD adalah bukti komitmen Perumnas untuk mengembangkan inovasi dan mengembangkan hunian layak huni secara berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa hunian TOD ini dapat menyelesaikan banyak masalah hunian di kota-kota besar,” ujarnya.

Konsep hunian yang mengutamakan integrasi transportasi akan membantu penghuni menjadi lebih produktif dan lebih mudah pergi ke tempat yang diinginkan.

Penggunaan transportasi publik juga dapat menjadi lebih ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon.

Hunian TOD dikembangkan oleh Perumnas dan beberapa BUMN lainnya. Ini bertujuan untuk menyediakan hunian yang terintegrasi dengan transportasi umum dan ramah lingkungan.

“Konsep TOD ini kami rancang agar aksesibilitasnya tinggi supaya menjadi lebih pedestrian friendly dan eco friendly yang nantinya bisa membuat penghuni maupun masyarakat sekitar merasa lebih nyaman untuk menggunakan transportasi umum,” kata Direktur Produksi Perum Perumnas, Tri Hartanto.

Hunian TOD dibangun di tiga lokasi penting: Stasiun Tanjung Barat (di sekitar Mahata Tanjung Barat), Stasiun Pondok Cina (di sekitar Mahata Margonda), dan Stasiun Rawa Buntu (di sekitar Mahata Serpong).

Melalui proyek landed seperti Samesta Parayasa dan Samesta Dramaga, yang diakui sebagai Bangunan Hijau dengan predikat “Madya” dalam program Indonesia Green Affordable Housing.

Perumnas juga menunjukkan komitmennya pada pengembangan hunian yang ramah lingkungan.

Perumnas berharap dapat menyelesaikan masalah kepemilikan hunian di kota-kota besar Indonesia melalui inovasi dan kerja sama ini.

 


Sumber : Suar Hijrah