Dalam mengatasi masalah kemacetan di wilayah Jabodetabek dan memenuhi kebutuhan
hunian bagi para kaum Milenial yang saat ini menempati posisi jumlah terbanyak
dalamtingkatan usia penduduk di Indonesia, Pemerintah telah menyiapkan program
hunian yang terintegrasi dengan akses transportasi masal. Samesta Mahata
Margonda di Depok yang dibangun oleh Perumnas menjadi hunian pertama yang
terwujud dari hasil sinergi nyata Kementerian BUMN dan BUMN dalam menghadirkan
hunian milenial yang terjangkau.
Hunian Milenial tersebut
diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo dan didampingi oleh
Sekretariat Kabinet, Pramono Anung, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick
Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono,
Walikota Depok Mohammad Idris, Direktur Utama Perumnas, Budi Saddewa Soediro,
Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, Direktur Utama PT Pembangunan
Perumahan, Novel Arsyad, dan Direktur Utama Bank BTN, Nixon LPNapitupulu, di
Samesta Mahata Margonda, Depok, Kamis (13/4).
“Saya sangat menghargai
ide besar yang sudah dilaksanakan di lapangan sehingga tidak hanya menjadi
sekadar ide saja, seperti pembangunan TOD-TOD baru utamanya di kota-kota yang
sudah macet di semua titik dan hari ini kita lihat, ini gagasan Menteri Erick
Thohir yang harus kita apresiasi karena setelah saya masuk tadi ruangannya,
kamarnya sangat bagus kemudian juga fasilitas faislitas pendukungnya juga
sangat bagus dan yang paling penting ini disiapkan untuk hunian millenial yang
kalau mereka beli bonusnya dapat kereta api,” ujar Presiden Jokowi.
Menteri BUMN, Erick
Thohir menyampaikan, dengan total penduduk di perkotaan mencapai 56,7%sedangkan
di pedesaan 43,3% membuat wilayah perkotaan akan semakin padat. Hal ini menjadi
tantangan bagi pemerintah dalam mengatur transportasi dan hunian untuk masyarakat.
Selain itu, jumlah
penduduk milenial Indonesia hari ini mencapai 58?ri total jumlah penduduk
atau sekitar 81juta generasi milenial dengan status yang berbeda-beda.
Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, jumlah generasi milenial tersebut belum
mendapatkan fasilitas rumah.
“Kami dengan Kementerian
PUPR berinisiasi untuk mengoordinasikan seluruh BUMN yang hadir hari ini,
seperti Perumnas, BTN, PLN, BUMN Karya (PT PP, Adhi Karya, dan lain-lain),
serta KAI yang mempunyai lahan seperti Kawasan hari ini dimana ini juga menjadi
promosi dari Pak Basuki (Menteri PuPR) waktu peluncuran 2021. Promosinya, beli
hunian mendapat kereta dan inilah bagaimana kita ingin memastikan bahwa masalah
hunian yang disinergikan dengan transportasi umum bisa menjadi solusi untuk
menekan penggunaan kendaraan pribadi sehingga kemacetan bisa berkurang,” ujar
Erick dalam sambutannya.
Samesta Mahata Margonda,
hunian pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan akses transportasi massal,
di mana hunian ini merupakan hasil sinergi BUMN, Perumnas sebagai developer
yang memimpin inisiatif ini, PT KAI group memiliki tanah dan mengoperasikan
stasiun KRL, PT Pembangunan Perumahan sebagai kontraktor pelaksana proyek, Bank
BTN yang memfasilitasi pembiayaan kredit perumahan, dan Icon+ PLN menyediakan
jaringan internet.
Masyarakat turut
menyambut baik adanya penyedian hunian ini. Dari keseluruhan total 940 unit,
sebanyak 41% merupakan dari millennial, 20?ri masyarakat berpenghasilan
rendah.
“Kami memiliki 7 pilot
project hunian dengan nilai investasi total Rp 5 Triliun dengan total uni 8348,
serta dengan 3 konsep hunian, yaitu 1) rumah susun terintegrasi transportasi,
2) rumah susun di tengah perkotaan dan 3) rumah tapak berteknologi precast.
Rumah susun yang kami bangun pun ramah disabilitas,” tutur Erick Thohir.
Ketujuh project hunian
tersebut diantaranya Samesta Mahata Margonda Depok yang saat ini diresmikan,
Samesta Mahata Tanjung Barat dan Samesta Sentraland Cengkareng di Jakarta,
Samesta Mahata Serpong di Tangerang Selatan, Samesta Parayasa dan Samesta
Dramaga di Bogor dan Samesta Grand Sentraland Karawang.
Hunian TOD berbasis
transportasi ini memberikan one stop solution atas berbagai permasalahan dari
backlog hunian, kepemilikan hunian oleh milenial, kemacetan hingga gerak perekonomian
masyarakat. Hunian Milenial yang diusung Perumnas dengan sinergi antar BUMN ini
menghadirkan hunian milenial yang terjangkau, terhubung dengan akses
transportasi sehingga memudahkan mobilisasi, dengan konsep hunian yang sesuai
gaya hidup milenial, dengan persyaratan dan angsuran KPR yang lebih mudah.
Direktur Utama Perum
Perumnas, Budi Saddewa Soediro juga turut menyampaikan “Dengan adanya hunian
terintegrasi transportasi dari Perumnas ini, secara tidak langsung
berkontribusi menanggulangi masalah kemacetan dan polusi udara. Secara
bersamaan juga menciptakan satu siklus perekonomian dan gaya hidup baru bagi
masyarakat, khususnya generasi milenial,” tutur Budi.
Samesta Mahata Margonda
merupakan hunian TOD pertama yang telah rampung diselesaikan sejak
Groundbreaking Oktober 2017 dan telah dilakukan serah terima unit secara
bertahap mulai tanggal 12 Desember 2022. Hunian ini juga memberikan pengalaman
serta gaya hidup baru bagi generasi milenial dengan konsep 360 Life at Samesta
Mahata Margonda yang mengusung beberapa hal diantaranya, easy access, edukasi;
entertain; ICT smart home; healthy life, dan working space.
“Melalui
sinergi BUMN serta sebagaimana arahan Pak Presiden, Perumnas membangun hunian
yang memadukan antar moda transportasi perkotaan dengan tata ruang, komitmen
terhadap dukungan Masyarakat berpenghasilan Rendah (MBR) melalui fasilitas
FLPP, dan terus berupaya meningkatkan akses dan konektivitas angkutan umum pada
kawasan hunian,” lanjut Budi.
Download Rilis
Presiden Resmikan Hunian Milenial Untuk Indonesia Terintegrasi Transportasi Besutan Perum Perumnas