Synergy Lady Leaders Tekan Stunting Hingga 85 Persen lewat Kegiatan Amal

Synergy Lady Leaders Tekan Stunting Hingga 85 Persen lewat
Kegiatan Amal

Bogor – Isu lingkungan hidup, sosial dan tata kelola
perusahaan atau environmental, social, and governance (ESG) kini menjadi fokus
para pelaku industri dan ekosistem properti di Tanah Air.

 

Selain membawa dampak terhadap nilai investasi pengembang,
ESG juga menjadi komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan bagi
generasi mendatang, serta membawa manfaat ekonomi kepada masyarakat.

 

Kesadaran terhadap isu-isu tersebut mendorong Synergy Lady
Leaders yang merupakan bagian dari komunitas Synergy Developer Indonesia
berinisiatif untuk menggagas serangkaian acara sosial dan lingkungan mulai dari
kegiatan edukasi pilah sampah hingga penyaluran donasi (charity) yang
diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Ketua Synergy Lady Leaders, Tambok Parulian Setyawati
Simanjuntak mengatakan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang dilakukan
oleh komunitas profesional dengan beragam latar belakang di dalam ekosistem
properti mulai dari developer properti, perbankan, property technology
(proptech), konsultan, arsitek hingga agensi tersebut merupakan inisiatif
kolaboratif yang ditujukan untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan
(stakeholder) di industri properti Indonesia.

“Berawal dari obrolan ringan di komunitas pengembang
properti dan industri ikutannya, Synergy Lady Leaders terbentuk pada 17 Maret
2024 yang diinisiasi oleh para pemimpin perempuan di industri properti. Jadi,
kami ini baru sekitar 5 bulan berdiri dan tidak ingin sekadar ada, kami juga
ingin membuat kegiatan yang bermanfaat,” kata Tambok pada kegiatan amal Charity
Activity for Our Earth bertajuk ‘Hero In Sustainability: Women Making A
Difference’ di FullbellyEats, Bogor, Rabu, 21 Agustus 2024.

Meski acara amal ini adalah kegiatan pertama yang dilakukan
Synergy Lady Leaders, tetapi sebelumnya komunitas tersebut telah melakukan
event pra-kegiatan yakni edukasi pilah sampah terhadap warga Sentraland
Paradise, Parung Panjang-Bogor.

 

Selain itu, telah dilakukan kegiatan charity berupa
penyaluran sumbangan untuk posyandu. Hasilnya, menurut Tambok, pihaknya
mendapat laporan bahwa angka stunting (gangguan pertumbuhan dan perkembangan
anak) di sekitar posyandu tersebut turun hingga 85 persen.

Sebagai acara puncak, kegiatan Charity Activity for Our
Earth bertajuk ‘Hero In Sustainability: Women Making A Difference’ ini dihadiri
oleh sekitar 200 orang, serta menghadirkan sejumlah figur perempuan pegiat dan
pelestari lingkungan yang membagikan kisah inspiratifnya.

Antara lain penyanyi Andien yang juga Founder Setali
Indonesia, Wilda Yanti yang dijuluki “Ratu Sampah”, Ajeng Cinta Bumi seorang
aktivis lingkungan, Mariani Founder Telo Bag, Komunitas Sakola Perumnas
Parayasa, dan Fabienne Nicole Miss Universe Indonesia 2023.

 

“Kami akan menyumbangkan sebagian hasil penjualan tiket
kegiatan hari ini untuk program stunting yang dilakukan sejumlah komunitas
perempuan di wilayah Bogor,” ungkap Juanita A. Luthan selaku ketua pelaksana
kegiatan amal tersebut.

 

Kegiatan amal ini, kata Juanita, lebih bersifat konkret
dengan edukasi yang memberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah rumah
tangga, serta melakukan eksekusi dengan membimbing pelaksanaan pengelolaan
sampah rumah tangga.

 

Selain itu, diberikan pemahaman mengenai transaksi yang
terhubung dengan kolaborator monetisasi, dan terakhir literasi dengan
memberikan tips mengelola keuangan sehingga lebih dapat berdaya ekonomi.

 

“Sekitar 30?ri hasil penjualan tiket dan 10?ri hasil
penjualan produk olahan akan disumbangkan kepada posyandu untuk memberikan
kontribusi nyata dalam menekan angka stunting,” jelasnya.

 

Partisipasi Aktif

 

Diharapkan kegiatan charity ini dapat memberikan akses dan
apresiasi kepada para perempuan yang mendukung lingkungan melalui kegiatan
pengelolaan sampah atau limbah rumah tangga, sekaligus memberikan dukungan
melalui edukasi waste management, pemahaman tentang kebutuhan pengelolaan
keuangan dan akses bagi para perempuan agar lebih berdaya ekonomi.

 

“Sebagai salah satu negara yang telah menandatangani ratifikasi
Perjanjian Paris, dimana Indonesia berkomitmen mencapai net zero emission
paling lama pada 2060, maka seluruh komponen masyarakat harus mendukung
tercapainya target tersebut termasuk ekosistem properti,” tegas Juanita.

 

Selain itu, Synergy Lady Leaders ikut berpartisipasi dan
terlibat aktif dalam penerapan prinsip ESG, di antaranya dengan mengajak dan
mengedukasi ibu-ibu dan masyarakat sekitar perumahan untuk sadar menjadikan
limbah sampah rumah tangga menjadi terurai dan juga memiliki nilai ekonomis.

 

Tambok menegaskan, kegiatan amal seperti ini akan mereka
lakukan terus secara periodik dan nantinya dapat melibatkan semakin banyak
developer properti dan stakeholder properti lainnya.

 

“Semoga langkah kecil ini dapat bermanfaat bagi masyarakat
dan menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

 

Saat ini, Synergy Lady Leaders diperkuat sejumlah
profesional dari beragam latar belakang sebagai pengurus seperti Tambok
Parulian Setyawati Simanjuntak (Vice CEO Perum Perumnas), Elisabeth Novie
Riswanti  (Director of Assets Management
Bank BTN), Marine Novita (CEO PropertyKlik.com), Imelda Fransisca (Vice CEO PT.
Olympic Bangun Persada), Juanita A. Luthan (Chief Consumer Officer PT. Bank
National Nobu Tbk), Kartika Dewi (Senior Sales & Treasury Director BSA
Land), Iriska Dewayani (Senior Vice President Regional Office Head Jakarta 2
Bank BTN), serta Ayu Pertiwi selaku Vice President Bank Mandiri Consumer Loans
Group. SW

 

Sumber : asianpost